Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

23-10-2021 HUMAS UMPAR

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PkM) MELALUI PROGRAM OUTDOOR ENGLISH MEETING CLUB (OEMC) PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI KELOMPOK BELAJAR AELBE ENGLISH PRIVATE KABUPATEN PINRANG

Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Parepare (UM Parepare) menyelenggarakan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Hibah Riset Muhammadiyah (Risetmu) Batch V Tahun 2021. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dr. Khadijah Maming, S.Pd., M.Pd., berperan sebagai ketua pelaksana dan Sudarmanto, S.Pd., M.Pd., berperan sebagai anggota pelaksana. Kegiatan ini melibatkan beberapa mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UM Parepare. Selain itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bermitra dengan satu kelompok belajar yang bernama AELBE ENGLISH PRIVATE yang ada di Desa Polewali Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Kelompok belajar tersebut dipimpin oleh salah satu alumni terbaik Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP UM Parepare yaitu Aqilah Luthfiah Busman, S.Pd. Kegiatan ini dilaksanakan di sekitar kawasan tempat wisata yang tergolong menarik di Kabupaten Pinrang yaitu di Pantai Lowita dan Pantai Lawere. Pengabdian kepada masyarakat ini berbentuk program Outdoor English Meeting Club (OEMC) kepada anak-anak sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dalam mendukung pembelajaran Bahasa Inggris mereka di era normal baru Covid-19. Implementasi program ini di lapangan telah berlangsung dari bulan Agustus sampai September 2021. Meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19, kegiatan pengabdian ini tetap berjalan dengan mematuhi protokol kesehatan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh munculnya suasana pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia dan salah satu aspek kehidupan manusia yang merasakan dampak pandemi tersebut adalah dunia pendidikan. Seperti itu juga yang dirasakan oleh anak-anak sekolah yang bermukim di desa Polewali Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, mereka menjadi salah satu yang terdampak Covid-19 saat ini. Dalam hal ini, siswa mengalami keterbatasan dan keluhan dalam proses pembelajaran jarak jauh atau aktivitas belajar di rumah terkhusus pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Mereka butuh fasilitas berupa aktivitas pembelajaran langsung dan praktek untuk memacu keterampilan berbicara dan menulis Bahasa Inggris. Hal tersebut yang menjadi permasalahan bagi mitra PkM AELBE English Private, dimana siswa kelompok belajar memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang masih kurang memuaskan dengan kata lain belum memenuhi hasil yang diharapkan. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu lingkungan belajar yang diterapkan oleh guru sekolah mereka yang kurang menyenangkan dan model pembelajaran yang tidak bervariasi serta masih bersifat monoton (itu-itu saja), ditambah sistem pembelajaran di era pandemi ini yang hanya berfokus pada pemberian tugas yang ada di buku teks di setiap pertemuan tanpa adanya kegiatan praktek.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dikemas dengan beberapa langkah-langkah kegiatan yang menarik dan bermakna, seperti adanya self introduction dan mengungkapkan pendapat (speaking skill) mengenai kawasan wisata (tourism object) yang saat itu menjadi lokasi OEMC dan Conversation Practice. Ada juga kegiatan berupa “Guessing Words” atau tebak kata, ada selingan-selingan hiburan seperti Games (permainan) and singing of the songs. Rangkaian kegiatan yang lain mengarah kepada kemampuan menulis (writing skill) misalnya menyusun karangan sederhana tentang keadaan tempat progam OEMC diterapkan. Pantai menjadi salah satu tempat yang dipilih oleh tim pelaksana pengabdian karena dianggap mampu memberikan suasana baru pembelajaran dengan model outdoor learning. Bentuk kegiatan OEMC ini disambut hangat dan sangat diapresiasi oleh pihak mitra.

Adapun hasil kegiatan program Outdoor English Meeting Club (OEMC) ini adalah bersifat moril berupa dukungan dan motivasi yang tinggi kepada anak-anak sekolah yang terdampak pandemi Covid-19 untuk terus semangat belajar dan menghasilkan prestasi. Kegiatan pengabdian ini juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penguasaan kosakata dan kemampuan menghasilkan ujaran Bahasa Inggris. Begitupun dalam suasana dialog pendek mereka sudah mampu menciptakan sebuah percakapan pendek meskipun ungkapan-ungkapan yang diujarkan masih pada level sangat sederhana (very simple expression). Adapun bentuk ungkapan Bahasa Inggris yang mereka mampu ujarkan adalah saling memperkenalkan diri, menanyakan kabar, saling bertanya dan menjawab terhadap benda-benda yang ada di kawasan pantai. Selain itu, kegiatan ini pun secara perlahan-lahan dapat menumbuhkan sikap keberanian serta kepercayaan diri di dalam berkomunikasi lisan dengan temannya.