Berita Tri Dharma

HUMAS UMPAR

18-03-2021 HUMAS UMPAR

PRODI BUDIDAYA PERAIRAN FAPETRIK UMPAR DAN PROSPEK KERJANYA

Proses pendaftaran UTBK SBMPTN akan dimulai 15 Maret hingga 1 April 2021. Bagi calon mahasiswa yang akan mengikuti Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) serta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) masih memiliki waktu untuk mempertimbangkan Program Studi (Prodi) apa yang akan dipilih. Selain mengetahui daya tampung prodi dan peminatnya, ilmu yang dipelajari hingga peluang kerja setelah lulus juga perlu diketahui.  

Di Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR), Fakultas Pertanian, Peternakan dan Perikanan memiliki sejumlah Prodi di jenjang S1. Prodi tersebut yaitu budidaya Perairan, Peternakan, Agribisnis dan  Agroteknologi. Ilmu yang dipelajari di Prodi budidaya perairan lebih luas dari studi perikanan lainnya. Selain mempelajari potensi perikanan laut maupun tawar dan payau, mahasiswa budidaya perairan juga dibekali pengetahuan tentang aktivitas banyak hal. Antara lain: 1. Pemeliharaan, 2. Penangkaran, 3. Pemetaan potensi budidaya, 4. Pengembangbiakan biota perairan laut maupun air tawar. Seperti ikan, udang, rumput laut, dan sebagainya. Ketua Program studi budidaya perairan Dr. Sahabuddin, S.Kel., M.Si menerangkan, meski merupakan bagian dari perikanan, Budidaya Perairan adalah “Perikanan Masa Depan”.

“Sekarang ini dunia budidaya perairan mengalami perkembangan yang sangat signifikan termasuk pula industrinya,” terang Sahabuddin. Saat ini masih ada persepsi budidaya perairan itu hanya mempelajari budidaya udang, kerapu, bandeng, rumput laut dan lainnya. Padahal banyak hal yang dipelajari di prodi ini, antara lain: 1. Produksi benih 2. Pakan 3. Pembesaran (ukuran konsumsi) 4. Analisis proyek dan sarana dan prasarana.

Beda Budidaya Perairan dan Perikanan lainnya

Untuk membedakan budidaya perairan dan Perikanan lainnya, bisa dilihat dari indikasi penekanannya dalam menghasilkan produk. Perikanan lebih cenderung memanfaatkan dari alam. Sedangkan budidaya perairan menekankan pada budidayanya. “Hasil akhirnya bisa sama, tapi prosesnya berbeda”. Prodi Budidaya Perairan Universitas Muhammadiyah Parepare lahir berdasarkan SK Dirjen DIKTI No. DO/86/1999 tanggal 10 Mei 1999. Untuk menghadapi tantangan global dan perkembangan yang ada, nomenklatur Prodi Budidaya Perairan diubah menjadi Prodi Akuakultur. Menurut Sahabuddin, selain ketat dalam menjaga kualitas, Prodi budidaya perairan juga membekali mahasiswanya dengan pengetahuan yang relevan dengan tuntutan zaman. Para mahasiswa juga dibekali pengetahuan kewirausahaan. Khususnya yang terkait dengan potensi budaya perairan. Prospek kerja Akuakultur Lulusan Prodi Akuakultur juga diakui kesetaraan dalam KKNI (Equivalent Level to Indonesian National Qualification Framework) dengan Level 6 Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). “Kurikulum kami memang prioritasnya mempersiapkan pengusaha dan pengembang akuakultur. Selain karier sebagai peneliti dan konsultan, manajer, pendidik dan instruktur akuakultur,” ungkap Sahabuddin. Perlu diketahui, KKNI adalah penjenjangan kualifikasi sumber daya manusia Indonesia yang menyandingkan, menyetarakan, dan mengintegrasikan sektor pendidikan dengan sektor pelatihan dan pengalaman kerja dalam suatu skema pengakuan kemampuan kerja yang disesuaikan dengan struktur di berbagai sektor pekerjaan.